Dewa, Madura, Persija Saling Sikut: Perebutan Puncak Klasemen Super League Memanas di Pekan 4
![]()
Dua pekan lamanya BRI Super League 2026/2027 berhenti napas. Bukan karena apa-apa — timnas Indonesia sedang sibuk mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Sekarang liganya kembali bergulir, dan kabar baiknya: papan atas justru makin panas.
Akhir pekan ini, 9 sampai 11 Oktober 2026, pekan keempat digelar. Dewa United duduk di singgasana dengan 10 poin. Tapi di bawahnya ada dua tim yang mengintai dengan rekor sempurna: Madura United dan Persija Jakarta, sama-sama 9 poin dari tiga kemenangan beruntun. Satu saja Dewa terpeleset, tahta langsung berpindah tangan.
Ini bukan sekadar akhir pekan biasa. Ini akhir pekan yang bisa mengubah urutan tiga besar.
Peta Klasemen: Tiga Tim, Satu Kursi
Sebelum masuk ke analisis, tengok dulu papan klasemen per Jumat pagi ini:
- 1. Dewa United — 10 poin (4 laga: 3 menang, 1 seri, selisih gol +4)
- 2. Madura United — 9 poin (3 laga: 3 menang, selisih gol +5)
- 3. Persija Jakarta — 9 poin (3 laga: 3 menang, selisih gol +3)
- 4. Bali United — 6 poin (2 laga: 2 menang, selisih gol +4)
- 5. Persib Bandung — 6 poin (3 laga: 2 menang, 1 kalah, selisih gol +2)
- 6. Borneo FC — 6 poin (4 laga: 2 menang, 2 kalah, selisih gol -1)
Yang menarik: Dewa sudah main empat kali — satu laga lebih banyak dari para pesaingnya. Artinya keunggulan satu poin mereka itu semu. Kalau Madura dan Persija sama-sama menang akhir pekan ini, Dewa otomatis tergusur ke peringkat tiga meski belum sempat main. Tekanannya nyata.
Dewa United: Pemuncak yang Belum Terkalahkan, tapi Paling Terjepit
Catat baik-baik: Dewa belum kalah musim ini. Menang 1-0 di kandang Persik, imbang 2-2 lawan Bhayangkara, menang 2-1 atas PSS, dan menang 3-1 di kandang Borneo. Empat laga tanpa kekalahan untuk tim yang dua musim lalu masih dianggap tim promosi kemarin sore. Itu pencapaian serius.
Tapi justru di sinilah masalahnya. Jadwal akhir pekan ini mengirim Dewa ke ujian terberat musim ini: tandang ke kandang Persib Bandung, Minggu (11/10) malam, kick-off 19.00 WIB. Persib memang baru kalah sekali — 1-2 dari Persija di SUGBK — tapi Maung Bandung main di depan Bobotoh dengan motivasi ganda: membalas kekalahan dari Persija sekaligus memangkas jarak ke puncak.
Kalau Dewa kalah di Bandung dan dua pesaingnya menang, mereka turun ke peringkat tiga. Kalau seri, mereka tetap bisa disalip. Satu-satunya cara aman buat Dewa: menang. Di kandang Persib. Yang baru saja comeback dramatis 3-1 atas Port FC di Shopee Cup dua hari sebelumnya — artinya Persib datang dengan kepercayaan diri sedang melambung.
Buat tim yang baru pertama kali merasakan jadi pemuncak klasemen, tekanan psikologis seperti ini adalah hal baru. Menang di saat semua orang mengejar itu beda rasanya dengan menang saat tidak ada yang memperhatikan.
Madura United dan Persija: Sempurna, tapi dengan Cara yang Berbeda
Dua tim dengan rekor 100 persen, tapi profilnya beda jauh.
Madura United itu mesin. Tiga laga, tiga kemenangan, selisih gol +5 — terbaik di antara semua tim yang baru main tiga kali. Mereka menghajar Persijap 2-0, menang 3-1 di kandang PSS, dan menundukkan PSIM 2-1. Polanya konsisten: cetak gol lebih dulu, kontrol permainan, kunci tiga poin. Tidak ada drama, tidak ada kepanikan.
Ujian mereka akhir pekan ini: Derby Jatim lawan Persik Kediri, Jumat (9/10) sore ini, 15.30 WIB di Stadion Brawijaya. Derby itu selalu aneh — form guide sering tidak berlaku. Persik memang baru kumpul 4 poin, tapi mereka main di kandang dan punya catatan bagus: musim ini mereka sudah menang 3-0 atas Garudayaksa. Kalau Madura terpeleset di Kediri, rekor sempurna mereka buyar tepat saat peluang ke puncak terbuka lebar.
Persija beda cerita. Tiga kemenangan mereka semuanya tipis: 1-0 di kandang Borneo, 2-1 atas Persib, 1-0 atas Java United. Tidak ada kemenangan meyakinkan, tapi juga tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol. Ini tim yang menang dengan efisiensi, bukan dominasi. Pertahanan mereka solid — cuma kebobolan dua gol dalam tiga laga — dan itu modal besar untuk laga tandang.
Sabtu (10/10), Persija bertandang ke markas PSIM Yogyakarta, 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung. Di atas kertas ini laga yang harus dimenangkan Macan Kemayoran: PSIM baru mengoleksi 1 poin dari tiga laga dan duduk di peringkat 14. Tapi justru laga-laga seperti inilah yang sering jadi jebakan. PSIM main di kandang, tidak punya beban, dan sudah pernah menahan imbang Persita 1-1. Kalau Persija lengah sedikit saja, dua poin bisa melayang — dan bersama itu peluang ke puncak.
Perhatikan juga selisih gol: Madura +5, Persija +3. Kalau keduanya sama-sama menang akhir pekan ini dan finis dengan poin sama, Madura unggul. Persija tidak cuma harus menang — mereka harus menang sambil berharap Madura terpeleset, atau menang dengan selisih besar.
Kuda Hitam yang Diam-Diam Mengintai: Bali United
Jangan lupakan Bali United. Baru main dua kali, menang dua kali, selisih gol +4. Itu rasio terbaik di liga kalau dihitung per laga. Sabtu malam (10/10), 19.00 WIB, mereka menjamu Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Persijap adalah salah satu dari dua tim yang belum dapat poin sama sekali musim ini — tiga laga, tiga kekalahan, selisih gol -4. Buat Bali, ini jadwal yang ideal untuk menambah tiga poin dan naik ke 9 poin, sejajar dengan para pemburu puncak. Kalau Dewa, Madura, dan Persija semuanya terpeleset di pekan yang sama — skenario gila tapi bukan mustahil — Bali bisa tiba-tiba ada di percakapan juara.
Musim masih sangat muda, tapi tim yang bisa memanfaatkan pekan-pekan seperti inilah yang biasanya bertahan di papan atas sampai akhir.
Jeda Dua Pekan: Berkah Buat Sebagian, Kutukan Buat Sebagian
Sekarang bagian analisisnya. Jeda dua pekan karena agenda timnas itu pedang bermata dua, dan efeknya beda-beda buat tiap tim.
Buat Madura dan Persija, jeda ini datang di waktu yang salah. Momentum itu barang nyata dalam sepak bola — ritme kemenangan beruntun, kepercayaan diri yang menumpuk, kebiasaan menang. Dua pekan tanpa laga kompetitif bisa mendinginkan mesin yang sedang panas. Kita lihat Jumat dan Sabtu nanti apakah mereka langsung tancap gas atau butuh setengah babak untuk menemukan ritme lagi.
Buat tim-tim yang babak belur, jeda ini berkah. Ambil contoh PSS Sleman dan Persijap Jepara: nol poin dari tiga laga. Dua pekan penuh untuk evaluasi, memperbaiki pertahanan, dan mereset mental tanpa tekanan hasil. PSS menjamu PSM Makassar Minggu malam — ini kesempatan terbaik mereka memutus tren buruk, karena PSM sendiri baru kumpul 2 poin dan belum pernah menang.
Lalu ada kasus unik: Persib. Mereka tidak benar-benar libur. Dua hari sebelum menjamu Dewa, mereka baru saja bermain di Shopee Cup — comeback 3-1 atas Port FC. Artinya Maung Bandung datang ke laga lawan pemuncak klasemen dengan kaki yang lebih capek tapi kepala yang lebih tegak. Pertanyaannya: apakah kebugaran atau kepercayaan diri yang lebih menentukan di laga big match? Sejarah biasanya bilang tim yang kelelahan di 20 menit terakhir akan membayar mahal. Tapi tim yang sedang percaya diri juga sering menemukan gol dari situasi yang tidak masuk akal.
Itulah kenapa laga Persib vs Dewa Minggu malam layak disebut pertandingan pekan ini. Bukan cuma soal tiga poin — ini soal siapa yang mentalnya lebih siap memimpin perburuan gelar.
Cerita dari Dasar Klasemen: Mulai dari Minus
Ada cerita yang jarang dibahas tapi penting: Java United dan Isenmulang Kalteng FC memulai musim dengan minus dua poin. Sanksi. Alhasil Java duduk di peringkat 17 dengan -1 poin (artinya mereka sebenarnya sudah mengumpulkan 1 poin dari hasil imbang 1-1 lawan Garudayaksa), dan Isenmulang di dasar klasemen dengan -2 poin plus selisih gol -9 — pertahanan terburuk di liga.
Buat Isenmulang, Jumat malam ini adalah laga hidup-mati awal musim: menjamu Persebaya Surabaya, 19.00 WIB di Stadion Tuah Pahoe. Persebaya belum terkalahkan (1 menang, 2 seri) dan jelas favorit. Tapi tim yang terdesak di kandang sendiri itu berbahaya. Kalau Isenmulang bisa mencuri poin perdana musim ini, itu bisa jadi titik balik. Kalau kalah lagi, lubang mereka makin dalam.
Java United sendiri main Minggu sore lawan Borneo FC di Stadion Jatidiri. Borneo baru saja dihajar Dewa 3-1, jadi mereka datang dengan luka. Ini peluang Java mencuri poin — tapi Borneo jelas tidak mau kalah dua kali beruntun.
Satu hal yang perlu dicatat: format musim ini kompetisi penuh — juara ditentukan peringkat akhir klasemen, tanpa playoff. Artinya setiap poin yang hilang di awal musim tetap dihitung di akhir. Tidak ada babak kedua untuk menebus kesalahan. Buat tim-tim papan bawah, pekan-pekan awal seperti ini sebenarnya lebih penting dari yang terlihat.
Skenario Akhir Pekan: Siapa Pimpin Klasemen Senin Pagi?
Mari berhitung. Ini skenario yang mungkin terjadi:
- Dewa tetap di puncak kalau mereka menang atau seri di Bandung dan setidaknya satu dari Madura/Persija gagal menang. Menang lawan Persib adalah cara paling aman — 13 poin, tidak terkejar.
- Madura naik ke puncak kalau mereka menang di Kediri dan Dewa gagal menang. Dengan selisih gol +5, mereka unggul atas Persija jika poin sama.
- Persija naik ke puncak kalau mereka menang di Bantul dan Madura terpeleset dan Dewa gagal menang. Syaratnya paling banyak, tapi bukan mustahil.
- Kekacauan total: kalau Dewa, Madura, dan Persija semuanya gagal menang, Bali United bisa menyelinap ke tiga besar dengan kemenangan atas Persijap. Pekan yang aneh, tapi sepak bola Indonesia memang gudangnya kejutan.
Apapun yang terjadi, satu hal pasti: Senin pagi nanti, susunan tiga besar kemungkinan besar sudah berbeda dari hari ini.

Jadwal Lengkap Pekan 4 & Cara Nonton
Semua laga BRI Super League bisa disaksikan lewat siaran langsung Indosiar dan live streaming Vidio. Berikut jadwal lengkapnya:
Jumat, 9 Oktober 2026
- 15.30 WIB — Persik Kediri vs Madura United (Stadion Brawijaya, Kediri)
- 19.00 WIB — Isenmulang Kalteng FC vs Persebaya Surabaya (Stadion Tuah Pahoe)
Sabtu, 10 Oktober 2026
- 15.30 WIB — Persita Tangerang vs Garudayaksa FC (Stadion Indomilk Arena)
- 15.30 WIB — Arema FC vs Bhayangkara FC (Stadion Kanjuruhan, Malang)
- 15.30 WIB — PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta (Stadion Sultan Agung, Bantul)
- 19.00 WIB — Bali United vs Persijap Jepara (Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar)
Minggu, 11 Oktober 2026
- 15.30 WIB — Java United FC vs Borneo FC (Stadion Jatidiri, Semarang)
- 19.00 WIB — PSS Sleman vs PSM Makassar (Stadion Maguwoharjo, Sleman)
- 19.00 WIB — Persib Bandung vs Dewa United (Stadion Si Jalak Harupat, Bandung)
Catatan: hindari situs streaming ilegal. Selain kualitasnya buruk dan penuh iklan judi, situs-situs itu juga rawan malware. Nonton yang resmi saja — Indosiar gratis di TV, Vidio untuk streaming.
Artikel Terkait
- Jadwal Persib vs Dewa United: Duel Pemuncak vs Juara Bertahan, Kick-off 19.00 WIB & Link Live Streaming
- Jadwal Persik Kediri vs Madura United: Derby Jatim, Kick-off 15.30 WIB & Live Streaming Resmi
- Jadwal Persib Oktober 2026: 7 Laga dalam 21 Hari, Mulai Lawan Port FC
Ditulis oleh Bang Sat, redaksi Offside Zone.
Belum ada Komentar untuk "Dewa, Madura, Persija Saling Sikut: Perebutan Puncak Klasemen Super League Memanas di Pekan 4"
Posting Komentar