Diselamati Juventus dan Rayo Vallecano, Emil Audero Jadi Bintang Baru Timnas Indonesia

Diselamati Juventus dan Rayo Vallecano, Emil Audero Jadi Bintang Baru Timnas Indonesia

Butuh berapa lama buat seorang kiper Indonesia dikenal seantero Eropa? Ternyata cuma satu malam. Sehari setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, nama Emil Audero meledak. Dua klub Eropa langsung angkat bicara: Juventus dan Rayo Vallecano, keduanya menyampaikan ucapan selamat secara terbuka.

Bukan kebetulan. Malam di SUGBK itu memang miliknya.

Emil Audero merayakan penyelamatan penaltinya yang membawa Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ucapan Juventus yang Bikin Heboh

Juventus menyampaikan apresiasinya lewat akun Instagram resmi mereka, @juventus. Klub berjuluk Bianconeri itu mengunggah foto Emil Audero disertai pesan singkat: "Selamat untuk Emil Audero, juara FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia."

Responsnya luar biasa. Hingga Selasa (6/10/2026) pukul 10.59 WIB, unggahan yang dibuat sekitar tujuh jam sebelumnya itu sudah mengumpulkan 314 ribu tanda suka dan 7,6 ribu komentar. Angka yang menegaskan betapa besarnya momen ini di mata publik.

Kedekatan Audero dengan Juventus sendiri bukan hal baru. Kiper kelahiran Mataram itu pernah menimba ilmu di akademi Juventus sejak usianya 11 tahun. Jadi ucapan selamat ini terasa seperti pulang kampung, versi juara.

Rayo Vallecano Ikut Angkat Bicara

Tak mau ketinggalan, Rayo Vallecano, klub pemilik Audero di Liga Spanyol, menyampaikan kebanggaan lewat akun X resmi mereka. "Selamat, Emil Audero, juara FIFA ASEAN Cup bersama Indonesia yang menang adu penalti. Dia membuat penyelamatan penting yang memastikan titel juara," tulis Rayo, ditutup dengan kalimat pendek: "Selamat, Emil!"

Penyelamatan yang dimaksud memang layak dikenang. Dalam adu penalti kontra Thailand, Audero menepis sepakan penendang keempat Thailand, Nattapong. Momen itu yang mengunci kemenangan 4-2 bagi Indonesia setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.

Empat eksekutor Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Di kubu Thailand, sepakan Sarach Yooyen membentur mistar sebelum Nattapong digagalkan Audero. Drama lengkapnya bisa dibaca di artikel hasil final Indonesia vs Thailand.

Menariknya, laga final baru start keduanya di turnamen ini, setelah sebelumnya turun sejak awal saat menghadapi Bangladesh. Sekali dapat kepercayaan di laga sebesar final, langsung jadi pahlawan. Di tribun SUGBK, keluarga besar Audero menyaksikan langsung, termasuk sang ayah, Edy Mulyadi.

Usai mengangkat trofi, Audero dijadwalkan langsung terbang kembali ke Spanyol untuk bersiap menghadapi Athletic Club pada 10 Oktober bersama Rayo Vallecano.

Dari Mataram ke Panggung Eropa

Buat yang belum kenal dekat, Emil Audero Mulyadi lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Kini berusia 29 tahun, ia adalah putra Edy Mulyadi asal Lombok dan ibu berkebangsaan Italia. Meski lahir di Indonesia, ia tumbuh besar di Cumiana, Italia, sejak masih kecil.

Bakatnya membawanya ke akademi Juventus pada usia 11 tahun. Setelah itu kariernya bergulir di sepak bola Italia: Juventus, Sampdoria, Inter Milan, hingga kini membela Rayo Vallecano di LaLiga Spanyol.

"Ini luar biasa. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan setim dan semua suporter yang telah mendukung kami," ujar Emil dalam sesi flash interview seusai laga final.
"Ini malam yang sangat spesial bagi kami karena berhasil menciptakan sejarah. Kami pantas menikmati momen ini setelah melalui pertandingan yang luar biasa," sambungnya.

Kenapa Ini Penting

Ada momen-momen di mana euforia juara berhenti jadi sekadar perayaan. Ini salah satunya. Ketika Juventus, salah satu klub terbesar dunia, dan Rayo Vallecano secara terbuka memuji kiper Timnas Indonesia, itu sinyal bahwa kualitas pemain Indonesia mulai diakui panggung Eropa.

Audero bukan lagi sekadar nama di lembar skuad. Ia sekarang adalah kiper yang namanya disebut pelatih John Herdman di konferensi pers, disanjung dua klub Eropa, dan dielu-elukan puluhan ribu suporter. Dari Mataram ke Turin, lalu ke Madrid, dan sekarang ke hati seluruh Indonesia.

Tugas berikutnya sudah menunggu: Timnas Indonesia kembali bertanding melawan Yordania di Amman pada 13 November 2026. Detail jadwalnya ada di artikel kapan Timnas main lagi. Dan kalau Audero terus tampil seperti di malam final, posisi kiper utama Garuda untuk tahun-tahun ke depan rasanya sudah aman.

Belum ada Komentar untuk "Diselamati Juventus dan Rayo Vallecano, Emil Audero Jadi Bintang Baru Timnas Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel