The Last Tango: Messi Main Terakhir untuk Argentina, Rabu Pagi Lawan Benin
Rabu pagi nanti, sepak bola resmi menutup salah satu bab terbesarnya. Lionel Messi akan memakai jersey Argentina untuk terakhir kali saat Albiceleste menjamu Benin di Estadio Mas Monumental, Buenos Aires. Laga ini dijuluki "The Last Tango".
Kickoff dijadwalkan Selasa malam waktu Buenos Aires, yang berarti Rabu (7/10) pukul 06.00 WIB buat kita di Indonesia. Siapkan kopi. Ini bukan laga persahabatan biasa.
Tiket 85 Ribu Ludes dalam Dua Jam
Antusiasme untuk laga perpisahan ini luar biasa. Sebanyak 85.000 tiket dilaporkan habis dalam waktu kurang dari dua jam setelah penjualan dibuka. Suporter Argentina jelas tidak mau melewatkan momen sekali seumur hidup: menyaksikan sang kapten pamit di kandang sendiri, di depan publiknya.
Messi sendiri sudah mendarat di Rosario sejak Jumat lalu, terbang dari Miami bersama keluarganya. Kedatangannya sederhana, tanpa seremoni berlebihan. Tapi semua orang tahu apa yang dipertaruhkan malam itu.
Jersey Emas untuk Satu Laga Terakhir
Adidas menyiapkan jersey peringatan khusus untuk malam perpisahan. Basisnya tetap garis biru langit dan putih khas Argentina, dengan aksen emas di sana-sini untuk menandai kesempatan sekali seumur hidup ini.
Satu laga terakhir. Satu jersey untuk seumur hidup. Susah membantah kalimat itu.
207 Caps, 125 Gol, 21 Tahun
Angkanya bicara sendiri. Laga melawan Benin akan jadi penampilan ke-208 Messi untuk Argentina, penutup karier internasional 21 tahun yang menghasilkan 125 gol. Itu rekor penampilan sekaligus rekor gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya.
Isi lemarinya juga komplet: juara Piala Dunia 2022, dua gelar Copa America, dan trofi Finalissima. Dia mengumumkan pensiun dari timnas pada 31 Agustus lalu, sekitar sebulan lebih setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Pesannya waktu itu sederhana: dia sudah memberikan segalanya dan tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan, sementara para pemain muda layak mendapat kesempatan.
Sejumlah rekan juara dunia 2022 dijadwalkan hadir di Monumental untuk ikut merayakan malam perpisahan sang kapten.
Benin, Lawan yang Tahu Diri
Lawannya memang bukan tim elite. Benin dilatih Gernot Rohr dan dikapteni Steve Mounie, tim peringkat 89 FIFA yang datang ke Buenos Aires setelah menjalani kualifikasi Piala Afrika.
Dan itu poinnya. Laga ini bukan soal skor. Argentina bahkan sudah menjalani dua laga jeda internasional tanpa Messi. Ini soal perpisahan yang pantas.
Akhir Sebuah Era
Untuk timnas Argentina, tirai sudah turun. Era yang dimulai 21 tahun lalu, yang mengakhiri penantian 36 tahun untuk gelar Piala Dunia, resmi berakhir Rabu pagi.
Akan ada air mata di Monumental, itu pasti. Tapi yang lebih penting: generasi berikutnya Argentina sudah menunggu di lorong stadion. The Last Tango bukan sekadar ucapan selamat tinggal. Ini tentang memastikan tongkat estafet diserahkan dengan cara yang pantas, di depan 85 ribu orang, dengan jersey emas, untuk pemain terbaik yang pernah memakai seragam Albiceleste.
Belum ada Komentar untuk "The Last Tango: Messi Main Terakhir untuk Argentina, Rabu Pagi Lawan Benin"
Posting Komentar