Hasil Undian League Cup 2026/2027: Persija Segrup PSMS, Persib dan Borneo FC Langsung ke 8 Besar

Hasil Undian League Cup 2026/2027: Persija Segrup PSMS, Persib dan Borneo FC Langsung ke 8 Besar

Bolanya sudah diundi. Operator kompetisi I.League resmi merampungkan pengundian fase grup League Cup 2026/2027 di kantor mereka di Jakarta, Rabu (7/10/2026) sore WIB — disiarkan langsung lewat kanal YouTube I.League. Turnamen anyar ini dijadwalkan mulai bergulir 3 November 2026, dan hasil undiannya langsung menyajikan sejumlah duel yang bikin dahi berkerut.

Persija Jakarta satu grup dengan PSMS Medan. PSM Makassar harus beradu dengan Persipura Jayapura. Sementara Persib Bandung dan Borneo FC — dua wakil Indonesia di kompetisi Asia — tidak perlu capek-capek melewati fase grup dan langsung menunggu di babak perempat final.

Formatnya sederhana tapi menarik: 36 klub dibagi ke 12 grup berisi masing-masing tiga tim, main dengan sistem single round robin. Artinya setiap tim cuma main dua kali di fase grup — satu laga kandang, satu laga tandang. Salah langkah sekali, nyaris pasti pulang.

Ilustrasi undian grup League Cup Indonesia 2026/2027

Hasil Lengkap Undian Grup League Cup 2026/2027

Total ada 38 klub peserta: gabungan Super League dan Championship. Dari jumlah itu, 36 tim memulai dari fase grup, sedangkan Persib dan Borneo FC mendapat jatah lolos langsung ke 8 besar karena agenda mereka di kompetisi antarklub Asia. Berikut pembagian grupnya:

  • Grup A: Persija Jakarta, Sumsel United, PSMS Medan
  • Grup B: Bhayangkara FC, Semen Padang, PSPS Pekanbaru
  • Grup C: Dewa United, Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh
  • Grup D: Java United, Adhyaksa FC Bekasi, PSIS Semarang
  • Grup E: PSIM Yogyakarta, Persikad Depok, Persiku Kudus
  • Grup F: Garudayaksa FC, PSS Sleman, PSGC Ciamis
  • Grup G: Persebaya Surabaya, PSBS Biak, Kendal Tornado
  • Grup H: Persik Kediri, Persis Solo, Deltras
  • Grup I: Persijap Jepara, Madura United, Persela Lamongan
  • Grup J: Bali United, Barito Putera, Persiba Balikpapan
  • Grup K: PSM Makassar, Persipura Jayapura, De Red FC
  • Grup L: Arema FC, Isenmulang Kalteng FC, Rans Nusantara FC

Ada detail menarik di balik pengundian ini. Klub-klub dibagi ke tiga pot berdasarkan posisi klasemen musim lalu. Tim Pot 1 seperti Persija dapat jatah kandang melawan tim Pot 2 dan tandang ke markas tim Pot 3. Konsekuensinya: Persija wajib melawat ke kandang PSMS Medan.

I.League juga menerapkan batasan keamanan. Tiga duel yang secara historis rawan gesekan — PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara vs Persis Solo, dan Arema FC vs De Red FC — dipastikan tidak bisa berada di satu grup yang sama. Langkah pencegahan yang masuk akal, mengingat format turnamen ini bakal mempertemukan klub beda kasta yang jarang bertemu di liga reguler.

Persija vs PSMS: Rivalitas Lawas dari Era 80-an Bangkit Lagi

Buat suporter yang umurnya di atas 35 tahun, Persija vs PSMS bukan sekadar pertandingan biasa. Ini duel klasik era Galatama dan perserikatan. Tahun 80-an sampai 90-an, pertemuan Persija dan PSMS selalu jadi laga panas — dua kota besar dengan gengsi yang tidak mau kalah. Generasi sekarang mungkin cuma dengar ceritanya dari bapak atau om mereka. Nah, League Cup 2026/2027 menghidupkan kembali cerita itu.

Persija datang sebagai unggulan Grup A, jelas. Tapi laga tandang ke Medan tidak akan pernah mudah buat tim manapun. Atmosfer Stadion Teladan (atau venue yang dipakai PSMS) terkenal keras, dan tim tuan rumah yang sedang lapar prestasi biasanya tampil dua kali lipat di depan publik sendiri.

Yang bikin situasi Persija makin menarik: Shin Tae-yong sedang menghadapi maraton pertandingan Oktober yang padat bersama Macan Kemayoran. Begitu League Cup bergulir November, STY tidak punya pilihan selain merotasi skuad. Dan di sinilah aturan tiga pemain asing yang berlaku di turnamen ini (baca: PSSI batasi maksimal 3 pemain asing di League Cup) benar-benar diuji.

Pemain-pemain muda Persija yang selama ini cuma kebagian menit di bangku cadangan Super League akhirnya dapat panggung resmi. Lawan PSMS dan Sumsel United di laga kompetitif — bukan uji coba — adalah ujian karakter yang sesungguhnya. Kalau STY berani, League Cup bisa jadi tempat lahirnya bintang baru Persija. Kalau tidak, ya turnamen ini cuma jadi beban jadwal tambahan.

Jangan lupakan juga Sumsel United. Klub promosi yang tidak punya beban nama besar justru paling berbahaya di grup seperti ini. Mereka tidak dituntut menang, tapi kalau bisa menjegal salah satu dari Persija atau PSMS, namanya langsung melejit.

Grup K: PSM Makassar vs Persipura, Final Kepagian di Timur

Kalau Grup A punya nostalgia, Grup K punya gengsi murni. PSM Makassar melawan Persipura Jayapura — dua klub dengan identitas sepak bola paling kuat di kawasan timur Indonesia. PSM dengan tradisi kerasnya, Persipura dengan reputasi pembina talenta Papua yang melegenda.

Duel ini terasa seperti final yang datang terlalu cepat. Keduanya adalah klub yang secara historis selalu diperhitungkan di level nasional. Format dua pertandingan per tim membuat setiap gol tandang dan selisih gol jadi sangat berharga. Satu hasil imbang yang salah hitung bisa mengubur langkah salah satunya.

De Red FC memang berstatus kuda hitam di grup ini, tapi jangan remehkan. Di format grup tiga tim, tim yang dianggap paling lemah justru sering jadi penentu: siapa yang bisa membantai mereka dengan selisih gol besar, dialah yang lolos. PSM dan Persipura sama-sama tahu hitung-hitungan ini.

Kenapa Persib dan Borneo FC Dikasih Jalur Khusus

Ada yang protes soal privilege Persib dan Borneo FC? Wajar, tapi mari lihat konteksnya. Persib sedang menjalani jadwal paling brutal musim ini — tujuh laga dalam 21 hari sepanjang Oktober 2026, termasuk lawatan ke markas Port FC di Shopee Cup (jadwal lengkapnya di sini). Borneo FC juga baru saja bertarung melawan Buriram United di ASEAN Club Championship (hasilnya 0-0).

Memaksa dua tim yang mewakili Indonesia di Asia untuk ikut fase grup League Cup sama saja menambah risiko cedera dan kelelahan di saat mereka membawa nama negara. Keputusan memberi mereka bye ke perempat final adalah keputusan logis, bukan favoritisme.

Tapi ada sisi lain yang jarang dibahas. Persib dan Borneo akan datang ke perempat final tanpa satu pun menit kompetitif di turnamen ini, sementara lawan mereka sudah dua kali bertanding dan menemukan ritme. Istirahat itu berkah buat kebugaran, tapi kutukan buat ketajaman. Tim yang datang dari fase grup sudah panas mesinnya. Tim yang menunggu bisa jadi justru kedinginan.

Ini dilema klasik turnamen dengan sistem bye. Dan jawabannya baru terlihat saat perempat final digelar nanti — apakah Persib dan Borneo tampil segar, atau justru tersandung tim yang sudah teruji.

Ini Bukan Sekadar Turnamen Pelengkap

Mari jujur. Reaksi pertama banyak orang saat League Cup diumumkan mungkin: "Ah, turnamen tambahan buat ngisi kalender." Tapi kalau dilihat lebih dalam, turnamen ini sebenarnya menjawab masalah paling kronis sepak bola Indonesia: pemain lokal tidak dapat menit bermain.

Sekjen PSSI Yunus Nusi bilang harapannya jelas — League Cup bisa melahirkan talenta baru dari daerah yang nantinya masuk skuad timnas. Pernyataan itu sejalan dengan keinginan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers dan pelatih timnas John Herdman: pemain muda yang minim menit bermain di klub harus punya panggung.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus lebih blak-blakan. Katanya, turnamen ini memang dikembangkan untuk menambah menit bermain, terutama bagi klub-klub yang selama ini tidak bisa memainkan pemain lokalnya. Terjemahan bebasnya: selama ini pemain lokal di banyak klub cuma jadi pelengkap skuad.

Dan inilah kenapa aturan maksimal tiga pemain asing itu penting. Tanpa batasan itu, League Cup cuma jadi ajang klub menurunkan skuad utama lapis kedua yang isinya tetap pemain asing. Dengan batasan itu, mau tidak mau pelatih harus memberi kepercayaan ke pemain lokal.

Pertanyaannya sekarang: apakah klub-klub serius? Sejarah sepak bola Indonesia penuh dengan regulasi bagus yang mati di tataran implementasi. Ada risiko klub sekadar memenuhi syarat formalitas — menurunkan pemain lokal seadanya sambil tetap mengandalkan tiga pemain asing terbaiknya. Kalau itu yang terjadi, League Cup tidak akan melahirkan apa-apa selain tambahan pendapatan tiket.

Tapi ada juga skenario optimistisnya. Suporter Indonesia itu haus tontonan. Duel lintas kasta seperti Persija vs PSMS atau PSM vs Persipura jarang terjadi di era liga modern. Kalau atmosfernya bagus dan penontonnya ramai, klub akan sadar bahwa pemain lokal yang tampil bagus di turnamen ini punya nilai jual — ke suporter, ke sponsor, bahkan ke timnas. Insentif ekonomi kadang lebih ampuh daripada regulasi.

Penilaian Redaksi: Siapa Paling Diuntungkan?

Kalau disuruh menebak, tiga tim ini yang paling diuntungkan format League Cup 2026/2027.

Pertama, klub-klub Championship yang segrup dengan tim Super League. PSMS Medan, Persipura Jayapura, PSIS Semarang, Persis Solo — mereka dapat dua laga besar melawan tim kasta teratas tanpa harus promosi dulu. Buat pemain mereka, ini etalase. Buat manajemen, ini bukti ke sponsor bahwa klubnya layak didukung. Motivasi mereka akan berlipat ganda dibanding tim Super League yang mungkin menganggap turnamen ini beban.

Kedua, pelatih yang berani merotasi. Shin Tae-yong di Persija adalah contoh paling jelas. Kalau dia memakai League Cup untuk menguji pemain muda dan menemukan dua-tiga nama baru yang siap tempur di Super League, turnamen ini jadi investasi. Kalau dia cuma menurunkan skuad cadangan seadanya, ya sudah — cuma formalitas.

Ketiga, dan ini yang paling penting: timnas Indonesia. John Herdman baru saja membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026. Tantangan berikutnya adalah regenerasi — menemukan pelapis yang sepadan saat pilar utama cedera atau menurun. League Cup dengan formatnya yang memaksa pemain lokal tampil adalah ladang pemantauan gratis buat tim pelatih timnas. Pemain yang bersinar di turnamen ini pada November-Desember 2026 bisa masuk radar panggilan FIFA Matchday berikutnya.

Jadi, jangan remehkan undian yang digelar Rabu sore kemarin itu. Di atas kertas memang cuma pembagian grup. Tapi di lapangan nanti, turnamen inilah yang akan menjawab satu pertanyaan besar: seberapa dalam sebenarnya stok pemain lokal Indonesia kalau mereka benar-benar diberi kesempatan main?

Ditulis oleh Bang Sat, redaksi Offside Zone.

Belum ada Komentar untuk "Hasil Undian League Cup 2026/2027: Persija Segrup PSMS, Persib dan Borneo FC Langsung ke 8 Besar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel