Jadwal Persib vs The Cong-Viettel ACL Two: Kick-off 19.15 WIB di Jalak Harupat & Link Live Streaming

Jadwal Persib vs The Cong-Viettel ACL Two: Kick-off 19.15 WIB di Jalak Harupat & Link Live Streaming

Rabu, 14 Oktober 2026, Stadion Si Jalak Harupat bakal jadi saksi laga yang diam-diam menentukan nasib Persib Bandung di Asia musim ini. Maung Bandung menjamu The Cong-Viettel FC pada matchday 2 Grup E AFC Champions League Two 2026/27, kick-off 19.15 WIB. Ini bukan sekadar laga kandang biasa — ini laga yang bisa mengunci langkah Persib ke babak 16 besar sebelum November tiba.

Info Laga: Persib Bandung vs The Cong-Viettel FC

  • Pertandingan: Persib Bandung vs The Cong-Viettel FC
  • Kompetisi: AFC Champions League Two 2026/27 — Grup E, matchday 2
  • Hari/tanggal: Rabu, 14 Oktober 2026
  • Kick-off: 19.15 WIB
  • Stadion: Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung
  • Siaran TV: RCTI (free-to-air)
  • Live streaming: RCTI+, Vision+
  • Tiket: dijual melalui PERSIB App
  • Klasemen sementara Grup E: Persib 3 poin (1 laga), The Cong-Viettel 1 poin (1), Melbourne Victory 1 poin (1), FC Seoul 0 poin (1)
Suasana Stadion Si Jalak Harupat saat laga Asia Persib Bandung

Cara Nonton Resmi Persib vs Viettel

Buat yang nonton dari rumah, kabar baiknya laga ini tayang di TV nasional. Hak siar kompetisi antarklub AFC — termasuk ACL Two — di Indonesia dipegang grup MNC, jadi RCTI menayangkan laga ini secara langsung dan gratis lewat TV digital. Tidak perlu berlangganan apa pun, cukup pastikan antena digital dan channel RCTI sudah aman.

Untuk yang nonton lewat HP atau laptop, dua jalur streaming resmi tersedia: aplikasi RCTI+ dan Vision+. Keduanya legal, kualitasnya stabil, dan tidak bikin HP dipenuhi pop-up judi seperti situs streaming bajakan. Tulis namanya jelas-jelas di sini supaya tidak ada yang salah jalan: hindari situs-situs live streaming ilegal yang bertebaran di Google. Selain kualitas gambar yang bikin mata sakit, situs semacam itu rawan malware dan — ini yang paling penting — menonton lewat jalur bajakan sama saja merugikan hak siar resmi yang justru membuat Persib bisa tampil di Asia tiap musim.

Yang kebetulan di Bandung dan sekitarnya, tiket sudah dijual lewat PERSIB App sejak awal Oktober. Pengalaman nonton ACL Two di Jalak Harupat selalu beda — atmosfernya lebih "Eropa" dibanding laga liga domestik, koreo Bobotoh biasanya lebih niat, dan lawan dari Vietnam ini bukan lawan yang datang buat jalan-jalan.

Preview: Persib Sedang Panas, Viettel Justru Terseok

Mari jujur soal kondisi kedua tim, karena di sinilah ceritanya jadi menarik. Persib datang ke laga ini dengan modal yang sebenarnya bagus. Matchday 1 Grup E, 16 September lalu, Maung Bandung mencuri kemenangan 1-0 di kandang FC Seoul — gol cepat Julio Cesar di menit ke-5, assist Marc Klok, di Seoul World Cup Stadium. Menang di Korea bukan perkara kecil; itu hasil yang langsung menempatkan Persib di puncak Grup E.

Setelah itu, Persib melibas Port FC 3-1 di Bangkok pada ajang Shopee Cup (8 Oktober) — kemenangan tandang yang mematahkan kutukan rekor buruk lawan tim Thailand itu. Terakhir, Minggu kemarin, Persib bermain imbang 2-2 melawan Dewa United di Jalak Harupat setelah tertinggal 0-2 di babak pertama. Hasil imbang itu memang bikin kecewa, tapi comeback dari ketinggalan dua gol juga menunjukkan mental tim ini tidak gampang runtuh.

Sementara itu, sang tamu datang dengan koper masalah. The Cong-Viettel — klub milik militer Vietnam, juara bertahan runner-up V.League 1 — sedang menjalani start musim domestik yang buruk. Tiga laga awal V.League: menang 2-0 atas Dong Nai, lalu kalah 0-1 dari Cong An Hanoi meski sempat unggul jumlah pemain hampir setengah babak kedua, dan yang paling memalukan: dibantai 1-3 oleh Hong Linh Ha Tinh di kandang sendiri, Stadion Hang Day, pada 8 Oktober lalu. Tiga gol Ha Tinh itu dicetak Luiz Antonio (tendangan jarak jauh menit 16) dan brace Daniel Passira (menit 60 dan 64, keduanya juga dari luar kotak penalti). Satu-satunya gol Viettel dicetak Khuat Van Khang di menit 33. Kini mereka terpuruk di papan tengah V.League dengan 3 poin dari 3 laga.

Tapi — dan ini "tapi" yang besar — di ACL Two, Viettel belum terkalahkan. Matchday 1 mereka menahan imbang Melbourne Victory 1-1. Media Vietnam mencatat pertahanan mereka relatif solid dan permainan terstruktur, meski kesulitan membongkar lawan yang bertahan rapat. Pelatih mereka, Velizar Popov, pelatih berpengalaman yang tahu betul cara main di kompetisi Asia.

Analisis: Ini Laga yang Menentukan Grup E

Sekarang bagian yang tidak akan kamu baca di artikel jadwal biasa. Kenapa laga Rabu malam ini begitu penting? Hitung-hitungannya sederhana: dua tim teratas tiap grup lolos ke babak 16 besar. Persib sudah punya 3 poin. Kalau menang lawan Viettel, Persib mengoleksi 6 poin dari 2 laga — dan itu, dalam format grup 6 pertandingan, praktis sudah satu kaki di babak gugur. Sisa jadwal Persib setelah ini: Melbourne Victory (kandang, 28 Oktober), Melbourne (tandang, 4 November), FC Seoul (kandang, 25 November), dan Viettel (tandang, 2 Desember). Dengan 6 poin di tangan, Persib bahkan bisa lolos sambil sesekali terpeleset. Sebaliknya, kalau seri atau kalah, Grup E berubah jadi neraka mini: Viettel dan Melbourne sama-sama hidup, dan laga tandang ke Australia serta Vietnam di akhir fase grup bakal jadi misi bunuh diri.

Jadi ya, ini "laga enam poin" — bahkan lebih tepat disebut laga sembilan poin, karena kemenangan di sini tidak cuma menambah poin sendiri tapi juga memangkas peluang satu pesaing langsung.

Viettel yang Terluka Justru Paling Berbahaya

Ada jebakan psikologis di laga seperti ini, dan Bobotoh perlu waspada: tim yang sedang terpuruk di liga domestik sering kali justru tampil menggila di kompetisi Asia. Kenapa? Karena ACL Two adalah pelarian mereka. Velizar Popov sedang disorot media Vietnam habis-habisan — thethaovanhoa.vn menulis blak-blakan soal "ketidakstabilan" Viettel meski berstatus runner-up bertahan. Pelatih yang tertekan biasanya menyiapkan timnya dengan cara paling pragmatis: bertahan rapat, mainkan bola mati, dan curi gol lewat serangan balik. Persis seperti yang dilakukan Ha Tinh saat membantai mereka — ironisnya, Viettel tahu persis resep itu karena mereka sendiri yang jadi korbannya.

Kelemahan Viettel sudah terdokumentasi dengan jelas dan ini kabar baik buat Persib: tiga gol yang mereka kebobolan lawan Ha Tinh semuanya berasal dari tembakan jarak jauh. Kiper Van Viet dua kali gagal mengantisipasi bola dari luar kotak penalti. Artinya? Persib tidak perlu memaksakan bola masuk kotak penalti yang dijaga rapat. Marc Klok, yang sudah terbukti bisa melepas umpan dan tembakan dari lini kedua, harus berani menembak. Begitu juga dengan sayap-sayap Persib. Kalau Viettel memarkir bus, tembak busnya dari jauh.

Satu nama yang wajib diwaspadai dari kubu tamu: Khuat Van Khang. Golnya ke gawang Ha Tinh adalah gol pertamanya setelah pulih dari cedera — pemain yang baru comeback biasanya lapar. Dia bergerak di sisi kiri, menerima umpan dari Trieu Viet Hung, dan punya kaki kiri yang tajam dari jarak dekat.

Dilema Tolic: Rotasi atau Gaspol?

Ini bagian yang bikin pusing Igor Tolic. Lihat jadwal Persib: Port FC (8 Oktober), Dewa United (11 Oktober), Viettel (14 Oktober), Persik Kediri (18 Oktober), Madura United (22 Oktober). Itu lima laga dalam 14 hari. Tidak ada skuad di dunia yang bisa memainkan starting eleven yang sama lima kali dalam dua pekan tanpa ada yang tumbang.

Pendapat redaksi: laga lawan Viettel ini harus diprioritaskan di atas laga Super League lawan Persik dan Madura. Alasannya dingin dan matematis. Super League musim ini masih panjang — puluhan pertandingan tersisa, dan Persib masih bisa mengejar di putaran-putaran berikutnya. ACL Two? Cuma enam laga fase grup, dan dua di antaranya sudah lewat setelah Rabu malam. Kesempatan lolos ke 16 besar kompetisi Asia tidak datang tiap musim, dan trofi kontinental adalah satu-satunya yang belum ada di lemari Persib era modern ini. Laga kandang di Asia, di depan Bobotoh, melawan tim yang sedang krisis kepercayaan diri — kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Rotasi tetap perlu, tapi rotasinya harus cerdas: istirahatkan pemain di laga Super League, bukan di laga Asia. Pemain seperti David da Silva dan Ciro Alves yang jadi tumpuan gol harus fit 100% pada Rabu malam. Dewa United kemarin sudah memberi pelajaran — Persib kebobolan dua gol di babak pertama, yang mengindikasikan konsentrasi dan kebugaran mulai terkuras di jadwal padat. Tolic harus memastikan tim yang turun lawan Viettel adalah tim yang paling segar, bukan tim yang paling sering main.

Prediksi Redaksi: Persib Menang Tipis 2-1

Prediksi jujur, bukan prediksi pesanan sponsor: Persib menang 2-1. Alasannya tiga. Pertama, faktor kandang di kompetisi Asia itu nyata — Jalak Harupat saat laga kontinental selalu punya intensitas berbeda, dan Viettel baru saja membuktikan mereka rapuh di laga tandang besar (kalah di kandang sendiri saja bisa, apalagi di Bandung). Kedua, Persib punya variasi serangan yang bisa mengeksploitasi kelemahan spesifik Viettel: tembakan jarak jauh. Ketiga, momentum: Persib tidak terkalahkan di tiga laga terakhir di semua kompetisi, sementara Viettel kalah dua dari tiga laga terakhirnya.

Tapi gol balasan Viettel hampir pasti terjadi. Tim Popov tidak akan datang untuk kalah — mereka butuh poin untuk menjaga asa lolos, dan mereka punya kualitas individu di lini depan. Skor 2-1 terasa paling masuk akal: Persib dominan, Viettel mencuri satu gol dari situasi bola mati atau serangan balik, dan Bobotoh pulang dengan senyum plus satu kaki di babak 16 besar.

Yang jelas, Rabu malam ini bukan malam untuk main-main. Ini malam di mana Persib bisa mengubah "musim yang sibuk" menjadi "musim yang bersejarah".

Artikel Terkait

Ditulis oleh Bang Sat, redaksi Offside Zone.

Belum ada Komentar untuk "Jadwal Persib vs The Cong-Viettel ACL Two: Kick-off 19.15 WIB di Jalak Harupat & Link Live Streaming"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel