Remontada Dramatis! Persib Comeback 3-1 atas Port FC di Shopee Cup

Remontada Dramatis! Persib Comeback 3-1 atas Port FC di Shopee Cup

Menit ke-87, Stadion PAT masih milik Port FC. Skor 1-0 untuk tuan rumah, dan Persib Bandung terlihat seperti tim yang kehabisan akal. Tiga menit kemudian semuanya terbalik. Menit ke-95, Maung Bandung pulang membawa tiga poin penuh dari Bangkok.

Persib menang 3-1 atas Port FC pada laga perdana Grup B ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027, Kamis (8/10/2026) malam WIB. Tiga gol diborong dalam delapan menit terakhir: Mariano Peralta (87'), Berguinho (90+2'), dan Luka Menalo lewat sundulan diving header di masa injury time. Port FC sempat unggul lebih dulu lewat penalti Jude Soonsup-Bell pada menit ke-66.

Ini bukan sekadar kemenangan tandang. Ini kemenangan pertama Persib atas Port FC dalam sejarah pertemuan kedua klub. Dan cara mendapatkannya — tertinggal, sempat dianulir penalti lewat VAR, lalu meledak tiga gol — membuat laga ini layak disebut salah satu malam paling gila Persib di kancah internasional.

Duel sengit pemain Persib Bandung melawan Port FC di Stadion PAT Bangkok pada laga Shopee Cup 2026

Fakta-Fakta Laga

  • Skor akhir: Port FC 1-3 Persib Bandung
  • Kompetisi: ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027, Grup B, matchday 1
  • Waktu: Kamis, 8 Oktober 2026, kick-off 19.00 WIB
  • Stadion: Stadion PAT, Bangkok, Thailand
  • Gol Port FC: Jude Soonsup-Bell (penalti, 66')
  • Gol Persib: Mariano Peralta (87', assist Balša Sekulić), Berguinho (90+2', assist Luka Menalo), Luka Menalo (90+5', assist Peralta)
  • Kartu kuning: Patricio Matricardi (41'), Gabriel Mutombo (44'), Adam Alis (56'), Soonsup-Bell (69'), Manuel Bihr (86'), Marcel Scalese (90+1')
  • Klasemen Grup B: Persib naik ke posisi 2 dengan 3 poin, di bawah Johor Darul Ta'zim (3 poin, selisih gol 6-0)

Babak Pertama: Persib Berani, Tapi Belum Tajam

Jujur saja, babak pertama bukan milik siapa-siapa. Port FC, yang turun dengan pelatih baru Božidar Bandović menjalani debutnya, memang lebih banyak menguasai bola. Tapi Persib tidak datang ke Bangkok untuk parkir bus. Eliano Reijnders melepaskan tembakan pertama yang masih terlalu lemah, lalu Berguinho memaksa kiper Michael Falkesgaard melakukan penyelamatan.

Di sisi lain, Teja Paku Alam juga tidak menganggur. Penyelamatan gemilangnya menepis tembakan Erik Sviatchenko dari dalam kotak penalti menjaga gawang Persib tetap perawan sampai turun minum. Menjelang jeda, Uilliam Barros punya peluang emas lewat tembakan kaki kanan dari dalam kotak — melambung tipis. Lalu Kaka Mendes membalas dengan tendangan keras dari luar kotak yang lagi-lagi ditepis Teja. Skor 0-0 menutup 45 menit pertama, dan sejujurnya itu hasil yang adil.

Masalah Persib di babak pertama satu: bola sampai ke kotak penalti Port, tapi tidak ada yang benar-benar mengancam. Menalo bergerak, Berguinho lincah, tapi sentuhan terakhirnya selalu kurang satu detik. Port FC terlihat nyaman. Terlalu nyaman, malah.

Menit 66: Penalti yang Bikin Jantung Bobotoh Copot

Babak kedua berjalan dengan tempo yang sama sampai menit ke-66. Sebuah serangan Port ke kotak penalti berakhir dengan Ikhwan Tanamal melanggar Kaka Mendes. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Jude Soonsup-Bell maju, mengarahkan bola ke sudut bawah, Teja terkecoh. 1-0 untuk Port.

Di titik ini, banyak tim tamu yang runtuh. Apalagi ini kandang lawan, suporter lawan berisik, dan Persib punya beban rekor buruk: tidak pernah menang dalam tiga pertemuan sebelumnya melawan Port FC. Dua kekalahan, satu imbang. Angka-angka seperti itu suka menghantui.

Persib sempat mendapat harapan ketika wasit menunjuk titik putih untuk mereka — Nitipong Selanon dianggap menjatuhkan Peralta yang menusuk dari sisi kanan. Tapi VAR membatalkannya. Tayangan ulang menunjukkan Selanon menyentuh bola lebih dulu. Keputusan yang benar secara aturan, tapi menyakitkan secara emosi. Tertinggal 1-0, penalti yang tadinya sudah di depan mata dibatalkan. Ini momen di mana tim biasa menyerah.

Persib bukan tim biasa malam itu.

8 Menit yang Mengubah Segalanya

Igor Tolić sudah membaca masalahnya sebelum gol Port terjadi. Pada menit ke-67 dia menarik Uilliam Barros dan Adam Alis, memasukkan Balša Sekulić dan Dedi Kusnandar. Menit ke-76, giliran Gabriel Mutombo dan Marc Klok yang ditarik — masuk Thom Haye dan Mariano Peralta. Empat pergantian. Empat-empatnya pemain yang bisa menusuk, bukan yang bisa bertahan.

Menit ke-87, Sekulić mengirim umpan yang diselesaikan Peralta. 1-1. Stadion PAT yang tadinya riuh mendadak senyap.

Masuk injury time, Thom Haye — gelandang timnas Indonesia itu — melepaskan umpan panjang yang diterima Menalo di sisi kanan. Crossing Menalo disambar Berguinho dengan sepakan kaki kiri mendatar ke sudut bawah gawang. 2-1. Comeback.

Dan Persib belum selesai. Peralta meliuk-liuk di sisi kiri kotak penalti, mengirim umpan lambung. Menalo menyambutnya dengan diving header ke sudut bawah. 3-1. Tiga gol, delapan menit, dari posisi tertinggal. Remontada.

Kemenangan yang Lahir dari Bangku Cadangan

Mari kita bicara soal hal yang paling menarik dari laga ini: semua gol Persib melibatkan pemain pengganti. Peralta mencetak satu gol plus satu assist. Menalo mencetak satu gol plus satu assist. Sekulić memberi assist. Haye memberi umpan panjang yang mengawali gol kedua. Empat pemain yang masuk di babak kedua, empat-empatnya terlibat langsung di papan skor.

Ini bukan kebetulan. Ini soal membaca pertandingan. Tolić melihat tim starternya kehabisan ide membongkar pertahanan Port yang rapat. Solusinya bukan menambah gelandang bertahan atau memperlambat tempo — dia justru melempar semua senjata ofensifnya sekaligus. Sekulić dan Peralta masuk untuk menusuk dari sayap, Haye masuk untuk distribusi bola panjang yang tidak dimiliki pemain starter.

Bandingkan dengan kubu seberang. Bandović menjalani debutnya sebagai pelatih Port FC dengan kekalahan setelah timnya unggul 1-0 sampai menit ke-87. Pergantian pemainnya — Soonsup-Bell masuk menit ke-60 dan mencetak gol, itu bagus — tapi setelah unggul dia tidak punya jawaban ketika Persib mengubah ritme. Tim yang unggul 1-0 di kandang lalu kebobolan tiga gol dalam delapan menit, itu bukan soal kualitas pemain. Itu soal manajemen momen. Dan malam ini, Tolić memenangkan duel itu telak.

Ada satu nama yang patut digarisbawahi: Thom Haye. Gelandang timnas Indonesia itu masuk sebagai pengganti dan langsung mengubah dimensi serangan Persib dengan umpan-umpan panjangnya. Di tengah ramainya diskusi soal masa depan lini tengah timnas, penampilan seperti ini adalah pengingat kenapa Haye masih penting — bukan cuma untuk Garuda, tapi untuk klubnya.

Kutukan Port FC Akhirnya Pecah

Sebelum laga ini, rekor Persib melawan Port FC memalukan untuk ukuran klub sebesar Persib: tiga pertemuan, nol kemenangan, satu imbang, dua kalah. Itu bukan cuma statistik. Itu beban psikologis. Setiap kali bertemu Port, ada rasa "ah, lawan ini lagi" yang mengendap di kepala pemain.

Kemenangan 3-1 ini menghapus semuanya sekaligus. Dan cara menghapusnya penting: bukan menang beruntung 1-0 dari gol bunuh diri, tapi comeback dari ketinggalan di kandang lawan. Kemenangan seperti ini membangun sesuatu yang tidak bisa dibeli: keyakinan bahwa tim ini bisa menang dari situasi apapun.

Timingnya juga sempurna. Persib datang ke Bangkok dengan modal kemenangan 1-0 atas FC Seoul di AFC Champions League 2. Artinya dalam dua laga tandang beruntun di level Asia, Persib tidak terkalahkan dan memenangi keduanya. Untuk klub Indonesia, itu bukan hal biasa. Itu pernyataan.

Klub Indonesia Sedang Naik Kelas di ASEAN

Lihat gambaran yang lebih besar. Dalam rentang 24 jam, dua wakil Indonesia di Shopee Cup meraih hasil yang beberapa tahun lalu terasa mustahil: Borneo FC menahan imbang Buriram United 0-0 di kandang mereka — Buriram, raksasa Thailand yang langganan Liga Champions Asia — dan Persib menang 3-1 di Bangkok.

Ini bukan kebetulan dua hasil bagus. Ini tren. Klub-klub Indonesia sekarang punya kedalaman skuad yang memungkinkan mereka bersaing, bukan sekadar ikut serta. Persib bisa memasukkan Haye, Peralta, Sekulić dari bangku cadangan dan mengubah pertandingan. Itu kemewahan yang dulu tidak dimiliki klub Indonesia di kompetisi internasional.

Tentu, satu matchday tidak menentukan apa-apa. Format Shopee Cup musim ini memakai single round-robin — setiap tim di Grup B menghadapi enam lawan berbeda, dan empat tim teratas lolos ke perempat final. Masih ada lima laga lagi, termasuk lawan berat seperti Johor Darul Ta'zim yang baru saja membantai PKR Svay Rieng 6-0. JDT memimpin grup dengan selisih gol yang menakutkan. Tapi setidaknya, Persib sudah menaruh tiga poin pertama di papan — dan melakukannya dengan cara yang mengirim pesan ke seluruh grup.

Ujian Sesungguhnya: 7 Laga dalam 21 Hari

Sekarang bagian yang tidak enaknya. Kemenangan di Bangkok ini adalah laga pertama dari maraton brutal: tujuh pertandingan dalam 21 hari sepanjang Oktober. Jadwal sepadat itu tidak memberi ruang untuk euforia berkepanjangan. Tolić harus memutar skuadnya dengan cerdas, karena pemain yang dipaksa main terus di jadwal seperti ini tinggal menunggu cedera.

Justru di sinilah kemenangan dari bangku cadangan tadi menjadi modal penting. Tolić sekarang tahu persis siapa yang bisa diandalkan dari bench. Peralta dan Menalo membuktikan mereka bukan sekadar pelapis — mereka game changer. Rotasi tidak harus berarti penurunan kualitas, asal pemain yang masuk punya profil yang tepat untuk situasi yang tepat.

Satu pertanyaan yang belum terjawab: kapan Sandy Walsh debut? Bek timnas Indonesia itu sudah berlatih dengan bola, tapi Tolić masih menahan rem. Di tengah jadwal sepadat ini, cepat atau lambat rotasi akan memaksanya memberi menit bermain ke semua pemain. Debut Sandy mungkin tinggal menunggu waktu — dan laga-laga Shopee Cup seperti inilah panggung yang pas untuk itu.

Untuk malam ini, biarlah Bobotoh merayakannya. Comeback tiga gol dalam delapan menit di kandang lawan, kemenangan perdana atas Port FC, dan posisi dua klasemen Grup B. Tidak setiap malam sepak bola memberi cerita sebagus ini.

Artikel Terkait

Ditulis oleh Bang Sat, redaksi Offside Zone.

Belum ada Komentar untuk "Remontada Dramatis! Persib Comeback 3-1 atas Port FC di Shopee Cup"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel