Jelang Laga Perpisahan Messi, Benin Keluhkan Logistik Buruk di Argentina
Malam perpisahan Lionel Messi bersama Argentina terancam punya noda yang tidak diinginkan. Beberapa jam sebelum kickoff "The Last Tango" melawan Benin, kubu tamu justru melayangkan protes keras soal perlakuan yang mereka terima dari penyelenggara.
Jurnalis Prancis Romain Molina melaporkan skuad Benin dipaksa menempuh penerbangan komersial lebih dari 25 jam menuju Buenos Aires. Akibatnya? Seorang analis video tim dikabarkan mengalami pusing hingga pingsan selama perjalanan melelahkan itu. Bukan pembuka yang ideal jelang laga sebesar ini.
Terbang 25 Jam, Hotel Tanpa Air Panas
Masalah tidak berhenti di bandara. Menurut laporan Mega Sports Media yang dikutip infonasional.com, tim Benin menemukan kondisi hotel yang jauh dari standar sebuah laga internasional. Satu lantai penuh tidak punya air panas. Sauna rusak. Fasilitas pusat kebugaran yang tersedia cuma dua unit treadmill dan dua sepeda statis.
Untuk konteks: ini tim tamu yang diundang AFA untuk memeriahkan malam terpenting dalam sejarah sepak bola Argentina modern. Bayangkan datang jauh-jauh ke negeri orang, lalu disambut kamar mandi dingin. Sulit tidak merasa diremehkan.
Bukan yang Pertama: Burkina Faso Sampai Menolak Main
Yang bikin geleng-geleng kepala, ini bukan insiden pertama. Sebelumnya, timnas Burkina Faso disebut menolak bermain akibat masalah logistik dan pembagian uang dari pihak penyelenggara. Mereka akhirnya hanya menurunkan skuad U-23.
Pola yang sama berulang: lawan yang diajak untuk "menemani" perpisahan Messi justru diperlakukan seadanya. Citra malam bersejarah ini jadi tercoreng sebelum bola ditendang.
Mounie Absen, Peringatkan Soal Provokasi
Dari sisi teknis, Benin juga datang dengan kekuatan pincang. Kapten Steve Mounie terpaksa absen karena cedera. Dari jauh, ia memperingatkan rekan-rekan mudanya agar tidak terpancing provokasi pemain tuan rumah.
Mounie secara spesifik menyebut bek Argentina Leonardo Balerdi yang menurutnya kerap memprovokasi lawan demi memancing kartu merah. Pesannya jelas: tetap tenang, selesaikan laga dengan sebelas pemain. Lawan Argentina yang sedang berpesta jelas bukan lawan yang mudah — apalagi kalau wasit ikut terseret emosi stadion.
Laga Tetap Jalan, 85 Ribu Penonton Menunggu
Terlepas dari semua drama di luar lapangan, laga tetap akan digelar. Kickoff dijadwalkan Rabu (7/10) pukul 06.00 WIB di Estadio Mas Monumental, Buenos Aires. Sebanyak 84.567 tiket dilaporkan ludes dalam waktu kurang dari dua jam. Stasiun TV TyC Sports menyiapkan siaran langsung plus liputan khusus sepanjang hari dari stadion.
Messi sendiri masuk skuad khusus untuk laga ini, ditemani Rodrigo De Paul dan Giovani Lo Celso. Sejumlah juara dunia 2022 seperti Angel Di Maria diundang hadir bersama keluarga. Semua detail malam perpisahannya sudah kami bahas di artikel The Last Tango: Messi Main Terakhir untuk Argentina.
Ironis memang. Di malam ketika Argentina ingin menunjukkan pada dunia betapa besarnya mereka menghormati sang kapten, justru perlakuan terhadap tamu yang jadi sorotan. Malam perpisahan seharusnya tentang respek — untuk Messi, dan untuk siapa pun yang datang ke pestanya.

Belum ada Komentar untuk "Jelang Laga Perpisahan Messi, Benin Keluhkan Logistik Buruk di Argentina"
Posting Komentar