Justin Hubner Sentil Malaysia dan Vietnam Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Malam Senin kemarin, 5 Oktober 2026, SUGBK pecah. Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai menundukkan Thailand 4-2 lewat adu penalti, setelah 120 menit berakhir imbang 2-2. Penantian 35 tahun gelar di level senior akhirnya tuntas. Tapi buat Justin Hubner, malam juara itu bukan cuma soal trofi. Di mixed zone, bek 23 tahun itu memilih bicara, dan omongannya tajam.
"Satu hal yang ingin saya katakan," kata Hubner, pemain Fortuna Sittard itu. "Setelah negara-negara seperti Malaysia dan orang-orang Vietnam banyak bicara di media sosial, mereka juga banyak mengancam keluarga saya."
Dia belum selesai.
"Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah menang dan menunjukkan kepada mereka siapa King yang sebenarnya. Dan saya pikir kami sudah menunjukkannya hari ini. Saya pikir negara-negara itu sekarang akan berhenti bicara."
Ke media lain, Hubner membeberkan yang lebih keras: warganet Malaysia dan Vietnam, katanya, terlalu banyak berbicara di media sosial, bahkan ada yang melontarkan ancaman pembunuhan kepada keluarganya.
Akarnya dari Agustus: "Who Is the King?"
Cerita ini tidak muncul tiba-tiba. Agustus lalu, Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF, main di Stadion Pakansari. Pemain Vietnam Nguyen Hai Long lalu mengunggah kalimat "Who is the king?" di Threads, lengkap dengan pamer badge juara di jerseynya. Pedas.
Hubner membalas dengan tidak kalah pedas: Vietnam, katanya, memang bagus di turnamen yang tidak resmi FIFA. Ketemu lagi di kompetisi resmi. Balasannya dibalas lagi oleh bintang naturalisasi Vietnam, Do Hoang Hen, yang menuduh Hubner "terlalu banyak omong".
Dari situ perang komentar melebar. Masuk ke ranah pribadi. Hubner sampai memperlihatkan tangkapan layar pesan yang diterimanya, ancaman-ancaman yang tidak cuma diarahkan ke dirinya, nama Jennifer Coppen dan keluarganya juga ikut terseret. PSSI bahkan sampai mengingatkan para pemain agar berhati-hati menggunakan media sosial menjelang laga pamungkas.
Dijawab di Lapangan
Senin malam, jawabannya keluar di tempat yang paling sah: lapangan hijau. Indonesia juara. Trofi perdana FIFA ASEAN Cup. Sementara Vietnam gigit jari, gagal finis tiga besar usai kalah dari Malaysia di perebutan peringkat ketiga. Janji Hubner soal "ketemu di kompetisi resmi" terbukti di turnamen berlabel FIFA.
Saat selebrasi di lapangan, Hubner menirukan gerakan menunjuk logo turnamen, sebuah pesan terbuka yang diarahkan ke pendukung tim rival. Pesan yang, setelah semua yang terjadi di media sosial, sulit dibaca sebagai kebetulan.
"Menyala King"
Di media sosial Indonesia, responsnya kompak: dukungan penuh. Warganet menyebut Hubner berani, menyebutnya "King", ramai-ramai menulis "Menyala King". Banyak yang menilai dia tidak cuma membela timnas, tapi juga membela keluarganya yang ikut diseret-seret.
Dan memang itu poinnya. Sepak bola ASEAN belakangan ini makin panas, psywar antar pemain makin terbuka. Hubner memilih menyelesaikannya dengan cara yang paling elegan buat pesepak bola: menang dulu. Baru bicara setelahnya, dengan trofi di tangan.
Garuda sudah juara. Berikutnya ujian yang lebih berat: laga tandang ke Yordania pada 13 November di Amman, dan ranking FIFA yang masih dikejar. Kalau mentalitas "tidak menyerah sampai akhir" ini dibawa terus, Malaysia dan Vietnam mungkin memang sebaiknya diam dulu. Seperti kata Hubner sendiri.
Baca juga:

Belum ada Komentar untuk "Justin Hubner Sentil Malaysia dan Vietnam Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026"
Posting Komentar