Real Madrid Incar Scott McTominay: Reuni dengan Mourinho, Napoli Terancam Kehilangan Bintangnya

Real Madrid Incar Scott McTominay: Reuni dengan Mourinho, Napoli Terancam Kehilangan Bintangnya

Dunia transfer Eropa punya kebiasaan buruk: menyimpan bom paling bising di laci paling kecil. Kabar terbaru ini contohnya. Bukan soal striker harga 150 juta euro, bukan soal saga Mbappe jilid kesekian. Kali ini tentang seorang gelandang yang dua tahun lalu dibuang Manchester United, lalu berubah jadi MVP Serie A, dan sekarang — menurut laporan Il Mattino dan Tuttomercatoweb yang dikutip ESPN — didekati Real Madrid.

Ya, Scott McTominay. Dan ya, pelatih Madrid saat ini adalah orang yang memberinya debut profesional: Jose Mourinho.

Kabar ini berhembus di tengah situasi yang sedang ruwet di Naples. Negosiasi perpanjangan kontrak McTominay dengan Napoli dilaporkan macet. Kontraknya tinggal dua tahun, McTominay disebut menginginkan kontrak baru yang jauh lebih menggiurkan, sementara presiden klub Aurelio De Laurentiis — menurut laporan yang sama — tidak sedang menjadikannya prioritas. Dalam dunia transfer, jeda macam ini adalah undangan terbuka untuk klub-klub besar. Madrid datang duluan mengetuk pintu.

Dari Buangan Old Trafford ke MVP Serie A

Cerita McTominay di Italia layak difilmkan. Musim panas 2024, Manchester United melepasnya karena dianggap tidak masuk rencana masa depan klub. Napoli menampungnya dengan harga yang, dilihat dari hasilnya sekarang, tergolong mencuri.

Musim pertama di Stadio Diego Armando Maradona: 13 gol dan 6 assist di semua kompetisi, mengantar Napoli menjuarai Serie A, dan menyabet gelar pemain terbaik liga — Serie A MVP 2024/25. Musim berikutnya tidak turun juga: 14 gol dan 4 assist dalam 44 penampilan.

Totalnya: 27 gol dan 10 assist dalam 82 pertandingan di semua kompetisi. Untuk seorang gelandang tengah yang di United dulu sering dicap "cuma pelari yang rajin", angka itu bukan kebetulan.

Di Naples ia dijuluki "Scottish Maradona". Julukan yang hiperbolis, tentu — tapi hiperbola tidak bertahan dua musim kalau tidak ada isi. Massimiliano Allegri dan pendahulunya memanfaatkan McTominay sebagai gelandang box-to-box yang diberi lisensi menyerang: datang terlambat dari lini kedua, memenangi duel udara, dan menembak dari luar kotak. Di Premier League ia jarang dapat peran sejelas itu. Di Italia, peran itu justru memaksimalkan semua kelebihannya.

Di sinilah letak ironi paling lucu dari rumor ini. Klub yang membuangnya dua tahun lalu sekarang disebut-sebut ikut tertarik membawanya pulang — laporan Inggris menyebut Manchester United dan Aston Villa juga mengintip situasi. Tapi United versi 2026 sudah ditinggal dua kali oleh sejarah: pertama saat melepas McTominay, kedua saat membiarkannya jadi bintang di tempat lain.

Kenapa Madrid Melirik McTominay?

Pertanyaan pertama yang muncul pasti ini: kenapa Real Madrid mengincar gelandang 29 tahun yang posisinya bukan kebutuhan paling mendesak di skuad mereka? Madrid punya gelandang kelas dunia berlimpah. Jawabannya ada di dua kata: Jose Mourinho.

Mourinho adalah orang yang memberikan debut senior McTominay di Manchester United. Mourinho pernah menyebutnya "my boy". Dalam dunia manajerial yang makin diwarnai data dan komite transfer, kepercayaan pribadi pelatih tetap punya bobot besar — apalagi dari seorang Mourinho yang dikenal sangat loyal kepada pemain yang pernah berdarah-darah untuknya.

Dari sisi taktik, profil McTominay sebenarnya masuk akal untuk Madrid versi Mourinho. Mourinho selalu butuh satu gelandang yang bisa jadi "kuli sekaligus algojo": memenangkan bola di tengah, lalu muncul di kotak penalti lawan saat bola mati atau serangan balik. McTominay di Napoli membuktikan ia bisa mencetak 13–14 gol semusim dari lini tengah. Gelandang dengan output gol sebesar itu jarang ada di pasaran, dan biasanya harganya selangit.

Pelatih berpengalaman dengan papan taktik mengamati gelandang nomor 8 beraksi

Ada juga faktor yang sering diremehkan analis: kedisiplinan. McTominay bukan tipe bintang yang menuntut sistem dibangun di sekelilingnya. Ia pemain yang menyesuaikan diri — di United ia main sebagai jangkar, di Skotlandia kadang jadi bek darurat, di Napoli jadi gelandang serang. Fleksibilitas semacam ini adalah barang mahal di klub sebesar Madrid, di mana ego pemain bintang sering lebih besar dari papan taktik.

Tentu, ini semua masih sebatas laporan. Il Mattino menyebut Madrid "sudah menghubungi perwakilan sang pemain", bukan "sudah mengajukan tawaran". Bedanya jauh. Menghubungi agen artinya Madrid sedang mengecek harga dan ketersediaan — tahap paling awal dari setiap saga transfer.

Dua Kendala Besar: Jantung dan Kontrak

Kalau Madrid serius, ada dua hal yang harus mereka lewati. Yang pertama: kondisi kesehatan McTominay.

Awal musim ini ia baru tampil dua kali. Pada September, McTominay menjalani prosedur ablasi jantung — operasi minimal invasif untuk mengoreksi irama jantung yang tidak beraturan — di Manchester pada 8 September, setelah terdeteksi aritmia jinak ringan menyusul penampilannya di kekalahan 2-1 Napoli dari Como pada Agustus, di mana ia bermain kurang dari satu jam.

Kabar baiknya: Napoli merilis pernyataan resmi bahwa tes diagnostik lanjutan menunjukkan McTominay fit untuk bermain, dan ia sudah kembali berlatih penuh bersama tim. Ia absen dalam empat laga UEFA Nations League Skotlandia selama jeda internasional, dan diperkirakan kembali tampil untuk Napoli melawan Frosinone.

Dari sudut pandang medis, ablasi untuk aritmia jinak adalah prosedur yang umum dan tingkat keberhasilannya tinggi — banyak atlet kembali ke level tertinggi setelahnya. Tapi klub sebesar Madrid, dengan nilai investasi puluhan juta euro, pasti akan melakukan pemeriksaan medis paling ketat dalam sejarah karier sang pemain. Ini bukan penghalang, tapi ini akan jadi bab tersendiri dalam negosiasi.

Kendala kedua: kontrak dan De Laurentiis. McTominay masih terikat dua tahun, dan Napoli — menurut ESPN — bisa saja memblokir kepergian pada Januari lalu membiarkan negosiasi berjalan sampai musim panas. Ini gaya klasik De Laurentiis: presiden yang terkenal tidak pernah menjual pemain bintangnya dengan murah dan tidak pernah terburu-buru. Ia tahu semakin dekat kontrak ke tahun terakhir, semakin besar tekanan untuk menjual. Tapi ia juga tahu McTominay adalah aset yang sedang naik daun di usia 29 — usia di mana sang pemain menginginkan kontrak besar terakhir dalam kariernya.

Di sinilah posisi McTominay sebenarnya kuat. Ia tidak perlu memaksa pindah. Kalau Napoli tidak memberinya kontrak yang ia mau, ia bisa menunggu sampai musim panas — atau bahkan membiarkan kontraknya menipis. Tekanan ada di kedua belah pihak, tapi momentumnya ada di tangan sang pemain.

Penilaian Redaksi: Januari atau Musim Panas?

Nah, ini bagian opini. Menurut hemat redaksi, skenario paling realistis bukan transfer Januari, melainkan saga yang memanas sampai musim panas 2027.

Alasannya sederhana. Napoli sedang tertatih di Serie A musim ini — laporan menyebut mereka duduk di peringkat sembilan dengan tujuh poin, tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen Roma. Melepas gelandang terbaik di tengah musim saat tim sedang berjuang adalah bunuh diri manajerial. De Laurentiis boleh keras kepala soal uang, tapi ia tidak bodoh soal sepak bola. Ia akan mempertahankan McTominay setidaknya sampai akhir musim.

Madrid sendiri tidak sedang dalam kondisi darurat lini tengah yang memaksa mereka belanja panik di Januari. Menghubungi agen sekarang adalah cara Madrid "memesan tempat" — memastikan mereka jadi yang terdepan kalau McTominay benar-benar tersedia musim panas nanti. Ini taktik transfer yang sudah puluhan tahun dipakai klub-klub besar: tanam bibit lebih awal, panen belakangan.

Yang menarik justru adalah faktor Mourinho. Ini bukan sekadar rumor taktik, ini rumor emosional. Mourinho di usia senjanya kembali ke Madrid dan ingin membangun tim dengan pemain-pemain yang ia percaya mati. McTominay adalah prototipe "pemain Mourinho": pekerja keras, loyal, tidak rewel soal peran, dan punya output konkret. Kalau ada satu pelatih di dunia yang berani membayar mahal untuk gelandang 29 tahun dengan riwayat ablasi jantung, pelatih itu bernama Jose Mourinho — karena ia sudah melihat sendiri isi kepala dan isi hati si pemain.

Perbandingan yang pas: ini mirip dengan bagaimana Mourinho dulu ngotot membawa Nemanja Matic ke Chelsea lalu ke Manchester United. Bukan transfer paling seksi di bursa, tapi transfer yang bikin ruang ganti dan sistem taktik bekerja. Bedanya, McTominay versi 2026 datang dengan label MVP Serie A dan insting gol yang jauh lebih tajam.

Satu catatan untuk Napoli: mereka sedang mengulang kesalahan yang dulu dibuat Manchester United. United melepas McTominay karena "tidak masuk rencana", lalu menyesal melihatnya bersinar di Italia. Kalau Napoli membiarkan kebuntuan kontrak ini berlarut-larut sampai Madrid benar-benar datang dengan tawaran resmi, sejarah bisa terulang — kali ini dengan harga yang jauh lebih menyakitkan.

Yang Perlu Ditunggu

Tiga hal akan menentukan arah saga ini dalam beberapa bulan ke depan. Pertama, performa McTominay pasca-kembali dari masalah jantung — kalau ia langsung mencetak gol dan bermain penuh 90 menit, harganya naik. Kedua, sikap resmi De Laurentiis begitu jendela Januari dibuka — apakah Napoli membuka pintu negosiasi atau menutupnya rapat-rapat. Ketiga, pergerakan klub-klub Premier League yang juga mengintip; kalau United atau Villa masuk dengan tawaran konkret, Madrid tidak bisa lagi santai "memesan tempat".

Untuk sekarang, statusnya tetap: rumor dengan fondasi yang masuk akal. Madrid menghubungi agen, kontrak macet, pelatihnya Mourinho. Tiga elemen itu jarang berkumpul tanpa ada api di balik asapnya.

Dan kalau transfer ini benar-benar terjadi, maka lingkaran McTominay akan lengkap dengan cara yang puitis: dibuang United, dibentuk Italia, lalu dibawa pulang ke panggung terbesar oleh orang yang pertama kali percaya padanya. Sepak bola memang suka menulis naskah seperti itu.

Baca juga: Pedro Porro Ingin Tinggalkan Tottenham Demi Barcelona — saga transfer panas lainnya musim ini. Dan kalau kamu mengikuti drama sepak bola Eropa, jangan lewatkan analisis vonis 114 dakwaan Manchester City dan skenario hukuman yang menanti mereka.

Ditulis oleh Bang Sat, redaksi Offside Zone.

Belum ada Komentar untuk "Real Madrid Incar Scott McTominay: Reuni dengan Mourinho, Napoli Terancam Kehilangan Bintangnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel